Apa saja kesalahan yang sering dilakukan pebisnis pemula?

Mulai bisnis pertama kali itu rasanya kayak naik motor buat pertama kalinya. Semangat banget, tapi gampang banget jatoh di hal-hal sepele.
Gue nggak mau nakut-nakutin. Tapi faktanya, 9 dari 10 bisnis pemula tutup di tahun pertama bukan karena idenya jelek. Tapi karena kejedot kesalahan yang sebenernya bisa dihindari.
Biar kamu nggak jadi bagian dari statistik itu, ini 7 kesalahan yang paling sering dilakuin pebisnis pemula. Cek mana yang pernah kamu lakuin.
1. Keburu nafsu modal gede di awal
Baru mulai, langsung sewa ruko, stok barang selusin, beli mesin canggih. Padahal belum ada yang beli.
Modal gede di awal itu bikin kamu nggak lincah. Begitu pasar nggak cocok, duit udah keburu nyangkut di barang. Pebisnis pemula yang awet justru mulai dari yang kecil. Jualan pakai sistem PO, dropship, atau jasa dulu. Validasi pasar dulu, baru scale up.
2. Nggak ngitung HPP dengan bener
"Jual 50 ribu, modal 30 ribu, untung 20 ribu dong." Eits, nggak segampang itu.
Biaya packing, ongkos jalan, kuota internet, iklan, fee marketplace, itu semua HPP. Banyak yang kaget kok udah jualan capek-capek tapi dompet tipis. Soalnya nggak ngitung sampai detail. Catat semua pengeluaran sekecil apapun. Baru tentuin harga jual yang sehat.
3. Produknya buat semua orang
"Target pasar gue cowok cewek usia 17-50 tahun." Ya itu mah semua orang.
Kalau kamu nembak semua orang, akhirnya nggak kena siapa-siapa. Pesan marketingnya jadi hambar. Lebih baik spesifik. "Kopi buat anak IT yang sering begadang" itu lebih nampol daripada "Kopi enak untuk semua".
4. Nggak punya tempat buat ngumpulin calon pembeli
Jualan cuma ngandelin postingan sekali lalu hilang. Nggak ada grup WA, nggak ada email, nggak ada followers yang dirawat.
Padahal biaya dapetin pembeli baru itu 5x lebih mahal daripada jualan ke pembeli lama. Mulai sekarang, setiap ada yang nanya atau beli, ajak masuk ke "kolam" kamu. Bisa grup WA, channel Telegram, atau minimal follow IG.
Kolam ini yang nanti kamu siram terus pakai konten. Edukasi, cerita, promo. Biar pas kamu launching produk baru, udah ada yang nungguin.
5. Malu promosi dan ngonten
"Takut dibilang jualan mulu." "Takut dikatain temen."
Bro, kalau kamu nggak teriak soal bisnismu, siapa yang mau tau? Nggak ada yang bakal beli produk yang nggak pernah mereka lihat.
Konten itu nafasnya bisnis online sekarang. Ceritain aja prosesmu. Dari gagal, belajar, sampai ada order pertama. Orang suka beli dari cerita, bukan dari brosur.
Nah biar kontennya nggak cuma capek doang, sekalian aja pakai platform yang ngasih duit dari view. Kayak di Zoyalink, kamu posting cerita bisnis, tips, atau review produk. View pertama langsung jadi penghasilan. Jadi sambil branding bisnis, rekening juga ikut gendut. Cek caranya di Zoyalink.
6. Semua dikerjain sendiri sampe burnout
Jadi admin, jadi kurir, jadi CS, jadi tukang foto, jadi akuntan. Semuanya kamu.
Awal-awal emang harus hemat. Tapi kalau udah jalan 3 bulan dan omzet nutup, mulai delegasi. Rekrut freelancer buat desain atau balas chat. Waktu kamu lebih berharga buat mikirin strategi, bukan bungkus paket doang.
7. Gampang nyerah pas sepi
Bulan pertama laku 100 pcs, bulan kedua cuma 10 pcs. Langsung panik, langsung ganti bisnis.
Bisnis itu grafiknya naik turun. Ada musim rame, ada musim sepi. Yang menang itu yang nggak kabur pas sepi. Tapi evaluasi. Sepinya karena apa? Iklan mati? Konten bosenin? Kompetitor baru?
Benerin satu-satu, jangan langsung banting setir.
Jadi intinya...
Kesalahan pebisnis pemula itu wajar. Yang nggak wajar kalau diulang-ulang.
Mulai kecil, hitung detail, tembak target yang spesifik, bangun kolam audiens, rajin cerita, jangan kerja sendirian, dan kuat pas lagi sepi.
Lakuin itu, kamu udah selangkah di depan 90% pebisnis pemula lain.
Dari 7 poin di atas, mana yang paling relate sama kamu sekarang?
0 Komentar